Jumat, 26 September 2014

Mengejar Uang (Kumpulan tulisan Saya di FB)




"Mengejar Uang" Jilid 1.
"Yang disana nawarin gaji lebih besar dari yang di sini" yang di sana menuntut mesti hadir 8 jam sehari 40 jam seminggu, yang disini gajinya kecil, tapi hanya mesti hadir jika ada pekerjaan..
"Mana yang mesti saya pilih ????,
tidak banyak orang yang akan memilih bergaji kecil, sebagaian besar memilih untuk aman nggak perlu repot-repot ....gaji besar..kantor nyaman..hhhhmmm..apa lagi jika di beri insentif tambahan...maaknyusss...pasti lah lezatttttooosss...
masuk akal...ketika gaji sudah besar..tentu terbuka peluang untuk kredit rumah, kredit motor, kredit TV..bahkan kartu kredit..toh tiap bulan uang untuk nyicilnya sudah ada....hidup sudah penuh kepastian...hidup terjamin.."kalau nggak kredit..mana bisa punya barang
begitulah Mindset kebanyakan kita...
akhirnya kerja selama bertahun-tahun hanya untuk bayar utang..memenuhi kewajiban agar bisa diberi utang lagi...ckckckckck....hebat.


"Mengejar Uang" Jilid II

Setiap Orang tua , hampir pasti selalu mengatakan, ayo belajar yang rajin biar pintar, nanti kalau nilainya bagus kan bisa kerja di tempat yang bagus dengan gaji besar..
Saya punya seorang teman, usianya masih sekitar 30 tahunan.memiliki satu toko komputer...setiap orang bertanya pada Ibunya apa kerja si anak, si Ibu selalu Menjawab ..belum ada kerja masih ngurus toko aja sampai sekarang...ah alangkah beruntungnya anakku jika bisa jadi pegawai negeri atau kerja dibank seperti sepupunya. begitu selalu si Ibu bergumam.
Kasiaan si anak nggak punya kerjaan seperti yang lain, hanya mengurus toko
Pertanyaannya , untuk apa kita bekerja..???..mencari Uang ??, Mengejar Uang atau Menghasilkan Uang.
Di kampung saya..saya mengenal seorang, Paman yang kami panggil Tuk Mangguang,dan istrinya ngah saimi, tiap pagi warungnya sudah ramai dikunjungi petani untuk sarapan pagi, Pisang goreng dan ketan bertabur parutan Kelapa minumannya teh hangat, kopi atau teh telor..merupakan menu favorit pengunjung
Wajah Tuk Mangguang dan ngah saimi selalu santai..melayani pelanggan yang beceloteh dengan segala hal.
Siangnya tuk mangguang turun kesungai..mengambil bubu ikan yang telah di pasangya tadi malam, lalu sore hari ikan yang di tangkap dijual,
setiap hari pekan..ngah saimi menjual beras yang telah dikumpulkannya dari petani..satu hari rata-rata beras yang terjual berjumlah tonan..
Kaos Oblong dan celana kolor kain blacu merupakan seragam harian tuk mangguang..
Apakah mereka bekerja untuk mencari uang, mengejar uang atau menghasilkan uang..
Jika kita mencari uang ..maka..uang yang akan kita temukan hanya sesuai dengan kebutuhan , setelah merasa cukup kita akan pulang..istirahat, berkumpul bersama keluarga.
Jika kita mengejar uang, maka disatu titik kita akan merasa lelah, sedangkan uang yang dikejar terus berlari.
Tuk Mangguang dan Ngah Saimi, Bukan mencari uang, bukan pula mengejar uang dengan konsep sederhananya..mereka berdua sepanjang hari ..membuka peluang ( opportunity ) bagaimana uang mendatangi mereka. sehingga mereka tidak lagi di perbudak uang. uang selau datang pada mereka..
Teman saya Toni Lim..keturunan tionghoa..sehari - hari kerjanya jalan-jalan..dari kantornya ke pabrik..ke toko..ke percetakan nya yang lain..setiap kali saya telepon..beliau lebih sering ada di hongkong , makau,singapura..katanya jalan-jalan..
Teman-teman saya salalu bertanya...Kerja Apa dia kok duitnya banyak gitu..
Saya jawab..Toni tidak bekerja..tapi Duitnyalah yang bekerja untuknya.
"Salam Sukses"

Senin, 29 Juli 2013

"SESUATU TERJADI KARENA SUATU ALASAN"
by, eldi harpenjoni


Setamat kuliah, seorang pemuda bercita-cita ingin menjadi perwira polisi, maka berbagai proses mulai dari penyiapan dokumen, Olah raga, latihan berbagai tes IQ, dan psikologi dilakukan. dalam fikirannya dia harus bisa masuk sekolah perwira polisi apapun akan dilakukan.

Tibalah saat tes, tes administrasi, Fisik dan lain-lain dia lolos..hingga tiba lah saat pengumuman ditingkat lokal ..dia dinyatakan lolos dengan predikat yang tidak mengecewakan masuk 10 besar..selanjutnya harus tes lagi di Jakarta..semangat dan rasa percaya dirinya tetap sama..."Saya harus lolos tes ini"

Namun apa yang terjadi saat pengumuman dia Gagal....

Kecewa..Pasti !!!,...Sedih..galau malu..semua berkecamuk...

Beberapa waktu kemudian dia kembali ikut Tes ..kali ini Tes Pegawai negeri.. Persiapan kembali dilakukan..ritual latihan di ulangi..dan ketika hasilnya di umumkan...dari sekian nama yang tertulis di papan pengumuman, kembali namanya
tak tercantum..kecewa..sedih...kembali berulang...

Di lain waktu..dia ikut tes...pegawai Bank..sama saja hasilnya tidak diterima .....

3 tahun waktu berlalu..berbagai tes..menjadi pekerjaannya... hasilnya "Tidak diterima"

13 tahun kemudian saya bertemu dengan sang mantan Pemuda..karena kini dia telah bekeluarga dan memiliki dua anak...

kami bertemu di suatu sore di sebuah kantor.. wajahya tak banyak berubah kesederhanaan tetap melekat dari gayanya.. bahasanya santai..dgn dialek melayu yang kental..."Sekarang saya jadi Konsultan Pajak" begitu dia membuka pembicaraan..staff saya 5 orang..orderan full terus kadang-kadang kami harus lembur untuk menyelesaikan berbagai pesanan ini.

"Sekarang saya baru mengerti !, mengapa saya tidak di terima di berbagai profesi itu, ternyata !! karena Tuhan sudah punya rencana untuk saya, saya tadinya hanya ingin menjadi pekerja, sekarang saya menjadi lebih istimewa karena tuhan memberikan jabatan Istimewa sebagai Pemberi kerja",..saya lah kini yang mengatur waktu..seandainya dulu saya lulus dalam salah satu tes itu maka saya akan menjadi seperti pekerja yang lain yang di atur oleh waktu"..

Satu hal yang menyadarkan kita : mengapa kita tidak di berikan apa yang kita inginkan ..adalah karena suatu alasan..dan apakah alasan itu..Hanya Tuhanlah yang tau...

"Salam Sukses"
"JUARA SEJATI"
by, eldi harpenjoni


Pagi tadi, sebagaimana kebiasaan,tim saya disetiap pagi selalu melakukan brifing mengukur dan merencanakan target, Luar biasa data yang disajikan sungguh membuat seluruh orang yang hadir di ruangan tersenyum, jika dibandingkan dengan pencapaian pada periode yang sama, maka pencapaian kali ini sudah jauh melewati angka yang di capai sebelumnya..namun apakah kecepatan lari harus di kurangi atau berhenti saja dan tinggal menunggu akhir bulan, dengan alasan bisa santai sambil memulihkan tenaga ???.

Hobby saya menonton sepak bola,bagi saya sepak bola merupakan menu utama di akhir pekan, jangan coba-coba mengajak kegiatan lain...mmoh....saya akan mencari alasan untuk tetap keukeuh tidak beralih dari tontonan yang satu ini jangankan pertandingan di liga- liga hebat ..bahkan pertandingan anak-anak di dalam gangpun tetap saja menarik perhatian saya.
filosofi sepak bola sungguh luar biasa..berlari, kejar, rebut, giring, oper kemudian berusaha mencari ruang, baik untuk diri sendiri maupun rekan dan targetnya goaal..

setiap pertandingan spirit yang sama terus diasah, jika hari yang lalu menang atau kalah maka hari ini semangatnya akan tetap sama, prosesnya juga sama tidak ada yang berubah..tujuannya adalah goal...cetak rekor baru...begitulah juara sejati.
tak ada istilah mentang-mentang pencapaian telah melebihi harapan lantas berleha-leha menunggu akhir kompetisi...

"Juara sejati bukanlah orang yang bersaing dengan rekor orang lain, melainkan orang yang selalu berkompetisi dengan rekornya sendiri"

Semestinya filosofi sepak bola juga bisa di terapkan dalam dunia kerja..tujuannya sama, prosesnya sama dan spiritnya juga harus sama..goaaaaaaallll...

"salam sukses"
SEBUAH CATATAN YANG MESTI DI TULISKAN
"Apa yang terlihat, belum tentu yang sebenarnya"

Sebulan yang lalu, dalam rangka survey penentuan lokasi sebuah Event, saya dan rombongan di perkenalkan pada seorang pengelola terminal, penampilannya Besar padat, berotot, kulitnya hitam terbakar matahari, sorot matanya dingin tanpa expresi..pakaian yang di gunakannya waktu itu, baju kaos tanpa lengan, celana jeans kutung, lengkaplah sudah ...ini dia sang komandan preman !!!

begitulah kesan pertama yang di tampilahkannya..
pembicaraan kami begitu lancar..karena dia tidak banyak menyela..sesekali senyuman menghiasi bibirnya..dan sorot matanya yang dingin itu sesekali menyiratkan pancaran persahabatan...

sepulang dari pertemuan itu, dalam hati kami bertanya-tanya dengan penuh ragu bisakah orang berpenampilan seperti itu di percaya ???apakah..kami akan jadi sapi perahan...sewaktu event berlangsung..maklumlah berhubungan dengan preman..!!!

dilain waktu kami bertemu dengan camat wilayah tersebut..gayanya yang bersahabat...ramah dan akrab menimbulkan kesan dia akan memberikan kemudahan dan fasilitas...pada kegiatan kami...

dan beberapa hari kemudian ketika kami megurus segala perizinan, sang camat dengan tetap low profile meminta berbagai hal yang di luar perkiraan kami...cost menjadi lebih mahal.

tibalah event di gelar...semua yang menjadi tanggung jawab pengelola terminal di laksanakan dengan sempurna..tak sedikitpun gangguan terjadi..semua preman yang ada di lokasi mampu dikendalikan dengan baik...bahkan ketika acara usai dia masih membekali kami dengan sekarung jagung ..serta ucapan maaf yang berkali-kali di sampaikan jika ada yang tidak berkenan di hati kami...

Satu pelajaran kembali di peroleh dan catatan ini mesti dituliskan...sang preman yang keturunan dari seorang mantan narapidana nusa kambangan, dibesarkan dengan kehidupan keras, dan bahkan kemudian menjadi komandan preman ..ternyata memiliki komitmen dan kejujuran yang bahkan lebih tinggi jika dibandingkan dengan seorang pejabat kecamatan sekalipun...

terimakasih sahabatku..Pak Sungkono
kejujuran dan komitmen anda jadi pelajaran berharga bagi kami.

"Salam Sukses"